Malin Kundang Tak Jadi Kondang

Sesungguhnya badai tidak pernah memporak-porandakan kapalnya
Langit cerah menyambut mereka mengarung Selat Mentawai
Dan si Anak pergi dengan selamat

Ibu telah mengikhlaskan si Malin
"Biarlah Ia hidup bahagia,"
Maka terjadilah:
Anak durhaka tak pernah menjadi legenda

Hingga waktu yang telah ditentukan
Ia akan kembali
;Bersujud di kaki ibunya
;Menangis tersedu
;Dan memohon ampun
"Jangan kutuk aku jadi batu."






cp: tulisan ini dibuat untuk memenuhi nilai Penulisan Kreatif, kategori puisi naratif atau balada. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam