"Hampir gerimis."

"Maksudnya?"

"Iya, tadi gerimis. Tapi sebentar sekali itupun hanya sebatas titik-titik."

"Oh..."

"Sekarang hujan badai."

"Di mana? Di rumahmu?"

"Bukan. Di sini."

"Kamu lagi di mana?"

"Di hatimu."

"Ah, kamu..."


Maaf jika saya salah mengira.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam