Gadis Mawar

Mantra apa rupanya yang berceriap?
Hai Gadis pembawa duka lara!
Aroma apakah yang semburat pada ucap?
Hai Gadis penabur luka!

Gairah bergemerlap dalam sekali usap sapa
Malam benderang meski sesaat tarian rupa
Kau jamu segala tamu dengan kasih
Tak satupun gelas kosong tersisih  

Mata belalak lekuk gerak
Tawa gelak rambut berurai acak
Semesta menjadi bayang
Merelakan jiwanya hempas tanpa sungkan

Gadisku! Ah, Gadisku
Gadis mawarku yang cantik
Cukup kau tisik aku dengan durimu!
Simak. Simaklah aku yang lolong dalam bisik!










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam