Puncak Puting
Di tengah hujan badai tengah malam,
aku masih di tengah panjangnya jalan
Komat-kamit berdoa
: doa apa saja yang penting aku tidak diam
Pun doa bergenre keroncong atau dangdut
Petir mengusap setiap sudut yang bisa kulihat
Tak seberapa panjang
Dan dari sepanjang yang bisa kulihat,
tak ada halte atau pun pos ronda
Hanya pohon
Hanya pohon
Lagi-lagi pohon
Lalu pohon
Lalu pohon lagi
Pohon terus
Pohon melulu
Mesti pohon
: Tak ada tempat buatku berteduh
Kata orang tua, tidak boleh berteduh di bawah pohon
Sedangkan aku..
Hanya payung yang kupunya,
juga harga diri tentunya
Tapi lalu bagaimana?
Hanya payunglah harapanku
Dan puncak putingnya
: yang kata orangtua dulu, dapat menangkal petir
Baik kalau begitu
Mari kembali berjalan di tengah panjangnya jalan!
Mari berdoa, keroncong atau dangdut!
aku masih di tengah panjangnya jalan
Komat-kamit berdoa
: doa apa saja yang penting aku tidak diam
Pun doa bergenre keroncong atau dangdut
Petir mengusap setiap sudut yang bisa kulihat
Tak seberapa panjang
Dan dari sepanjang yang bisa kulihat,
tak ada halte atau pun pos ronda
Hanya pohon
Hanya pohon
Lagi-lagi pohon
Lalu pohon
Lalu pohon lagi
Pohon terus
Pohon melulu
Mesti pohon
: Tak ada tempat buatku berteduh
Kata orang tua, tidak boleh berteduh di bawah pohon
Sedangkan aku..
Hanya payung yang kupunya,
juga harga diri tentunya
Tapi lalu bagaimana?
Hanya payunglah harapanku
Dan puncak putingnya
: yang kata orangtua dulu, dapat menangkal petir
Baik kalau begitu
Mari kembali berjalan di tengah panjangnya jalan!
Mari berdoa, keroncong atau dangdut!