Ini akan jadi lucu jika saya awali dengan kalimat pembuka yang bagaimana?
Atau tidak perlu kalimat pembuka yang kesannya hanya basa-basi kemudian berubah menjadi bahasa amat basi semata?
Baik. Baik.
Begini lho, non.
Saya kok merasakan rindu yang luar biasa begitu, ya?
Saya kok rasanya pengen mengulang sesuatu begitu, ya?
Jeleknya, saya tidak tahu, ra paham, sama apa yang saya rasain.
Emang kadang saya suka gini. Mungkin banyak pikiran aja.
Jadi campur aduk.
Ra jelas mana kenyataan, mana impian.
Saya...saya...saya... pengin dipeluk aja, non. 


Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam