Kertas yang tadinya polos tidak lagi polos karena seseorang yang tadinya polos dan yang orang orang tahunya dia polos tidak lagi polos juga sebenarnya orang orang itu tidak pernah sepolos seperti yang dipikirkan oleh isi kepala mereka yang mereka kira polos telah mencorat coret kertas tadi dengan amat polosnya.
"Hampir gerimis." "Maksudnya?" "Iya, tadi gerimis. Tapi sebentar sekali itupun hanya sebatas titik-titik." "Oh..." "Sekarang hujan badai." "Di mana? Di rumahmu?" "Bukan. Di sini." "Kamu lagi di mana?" "Di hatimu." "Ah, kamu..." Maaf jika saya salah mengira.
Komentar
Posting Komentar