Masa kecil yang kukira lupa jalan pulang ternyata kembali, lalu menubrukku dengan kecupan di sana-sini.
Dia tidak jadi lebih dewasa, hanya saja dia tau cara menyenangkan hati saya yang sedang rindu-rindunya pada rumah.
Jadi sebenarnya, yang sempat lupa jalan pulang itu saya atau masa kecil?
Aih, memangnya penting?
Ada yang lebih penting; makan es tung-tung sampai bibir belepotan memang menyenangkan! 



Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam