Setiap Hari, Kawan

Terang bulan sudah lewat
Tapi kita masih saja merayakannya
Setiap hari, kawan

Setiap hari kita berpesta
Membohongi satu sama lain
Mayakinkan satu sama lain
"Ini purnama, kawan."

Iya, ini terang bulan
Kemarin terang bulan
Hari ini terang bulan
Esok terang bulan
Dan seterusnya akan terang bulan
Setiap hari, kawan
Setiap hari

Kamu dengan botol anggurmu
Saya dengan kaleng-kaleng bir kesukaan saya
Melarung abu
Menebar asap
Juga menari di antara lembar-lembar kartu remi
Setiap hari, kawan
Setiap hari

 


Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam