Saya Butuh Jamban

Kadang saya nanya-nanya sama diri sendiri.
"Kok bisa? Kenapa? Harus gimana?"
Selalu saja berakhir sama. Jawabannya sama.
"Tai."
Saya dikatain tai sama diri sendiri.
Salahku. Memang salahku. Nanya sama yang gak tahu.
Memang salah terus. Serba salah, kalo kata orang.
Tai.
Halah! Andai aja buang kebodohan kayak buang tai.
Andai aja bikin hati saya peka semudah saya buang tai.

Buang tai, buang tai, buang tai.
Di manamana tai. Di sana tai. Di sini tai.
Marahmarah ujungnya bilang tai.
Sedihsedih ujungnya bilang tai.
Becandabecanda ujungnya bilang tai.
Kan?! Apa saya bilang!
Tai merajalela!!
Kata tai, "ha-ha-ha".

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam