Nyanyi-nyanyi

Nyanyinyanyi di tengah waktu hampir fajar. Oh, belum. Masih ada puluhan menit lagi.
Ah, tapi apa peduli. Hati masih asik nyanyinyanyi. Mana peduli waktu?

Nyanyinyanyi di tengah waktu hampir fajar. Sendiri saja. Memangnya mau sama siapa?
Yang penting nyanyinyanyi. Mana peduli sendiri atau beramairamai?

Nyanyinyanyi di tengah waktu hampir fajar. Katanya saya kesepian. Ah, biar saja.
Memangnya saya peduli? Saya senang nyanyinyanyi meski sendiri dan sepi.

Nyanyinyanyi di tengah waktu hampir fajar. Sesekali menyeka air mata yang hampir menetas.
Padahal buat apa? Memangnya ada yang peduli? Orang lain tahunya saya nyanyinyanyi. Biar saja.

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam