Lagi-lagi

Yang terbayang hanyalah hujan-hujan berguguran.
Lalu kembang api sahut-menyahut riuh.
Dan sosokmu.

Ah, dingin. Dingin.
Dingin. Dingin. Dingin.
Dingin. Rindu.

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam