Di Tengah Selayang Lapang

Menggeletakan diri begitu saja
Dengan kantung plastik bening --berisi air yang telah habis
dan sedotan yang sudah entah dibuang ke mana-- di tangan
Tangan satunya sibuk membasuh-basuh keringat di pelipis dan lehernya
Matanya menari-nari menatap langit
Melayangkan tatapan liar pada sesuatu-sesuatu yang dapat ditangkapnya
Sampai...
"Dul, layangan urang putus. Hayuklah tuh!"
Bangkitlah ia dan mulai berlari mengejar layang yang melayang
di bawah matahari yang memandanginya selayang dua layang (lagi)
(lagi)
(dan lagi)



Postingan populer dari blog ini

Ulasan dan Kritik Buku: Dua Tanda Kurung | Puisi dalam Puisi Kehidupan Handoko F. Zainsam

Ulasan Film: Mama-Mama Jagoan