Pada apa yang sebelumnya kukira benar, dan masih berharap itu benar, dan masih juga keukeuh itu benar, ternyata tidak meski hati rasanya masih ingin sekali mengatakan itu adalah suatu kebenaran.
Kepala masih berdengung-dengung, berkampanye, mengatakan itu benar. Padahal tidak, meski rasanya aku sendiri juga masih ingin sekali mengatakan itu benar.

Kebenaran yang ada tidak dibuat-buat. Yang dibuat-buat adalah pengakuan tentang kebenaran itu.

"Coba tanyakan lagi, siapa yang mencipta salah atau benar kalau bukan diri sendiri? Jadi, kebenaran yang tadi dibincang-bincangkan itu adalah benar hanya bagi mereka yang menganggapnya benar."




Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?