Pukul Lewat Tengah Malam
Pada pukul lewat tengah malam, angin riuh mencumbui kota malam ini, meraba debu-debu dengan cara halusnya. Halus sekali. Sampai tidak terdengar desah napasnya.Bayangkan, saking halusnya.
Tidak terbayang seberapa tersinggungnya pepohonan yang tadinya tenang, dibisiki tiba-tiba dan segera saja diajak dansa oleh titik-titik air yang membawa botol-botol martini pada pukul lewat tengah malam begini.
Pada pukul lewat tengah malam, lampu kota bahkan sempat disinggung sedikit oleh halilintar yang merasa dirinya lebih perkasa. Mengakunya mereka hanya bercanda. Tapi lampu kota marah luar biasa. Berharap saja tidak menjadi murka.
Bintang sempat menggedor pintu rumah si bulan. Ia terlelap nyenyak, kata ibunya. Sempat tadi ia menitip pesan pada ibunya itu untuk tidak mengganggunya. Bintangpun kecewa, ia kembali ke peraduannya sendiri; mencari ketenangan baginya.
Pada pukul lewat tengah malam, saya menyempatkan diri memungut reremahan doa yang sempat tercecer saat makan malam tadi. Berharap, yang didoakan tetap hangat dalam kehangatannya.
Tidak terbayang seberapa tersinggungnya pepohonan yang tadinya tenang, dibisiki tiba-tiba dan segera saja diajak dansa oleh titik-titik air yang membawa botol-botol martini pada pukul lewat tengah malam begini.
Pada pukul lewat tengah malam, lampu kota bahkan sempat disinggung sedikit oleh halilintar yang merasa dirinya lebih perkasa. Mengakunya mereka hanya bercanda. Tapi lampu kota marah luar biasa. Berharap saja tidak menjadi murka.
Bintang sempat menggedor pintu rumah si bulan. Ia terlelap nyenyak, kata ibunya. Sempat tadi ia menitip pesan pada ibunya itu untuk tidak mengganggunya. Bintangpun kecewa, ia kembali ke peraduannya sendiri; mencari ketenangan baginya.
Pada pukul lewat tengah malam, saya menyempatkan diri memungut reremahan doa yang sempat tercecer saat makan malam tadi. Berharap, yang didoakan tetap hangat dalam kehangatannya.