Pada Kotak yang Kutemukan Sore Tadi
Usang. Debu di situ dan di sana. Begitulah gambaran sebuah kotak yang kutemukan sore tadi di kamar seseorang yang bisa jadi adalah penulis surat yang kutemukan suratnya di dalam kotak-yang-kutemukan-sore-tadi itu. Atau bisa jadi seseorang yang menerima. Atau bisa jadi siapa saja. Pada kertas yang tidak lagi baru, kekuning-kuningan, dan tinta hitam kebiru-biruan.
Kepada ibu,
Saya tidak sedang berniat menulis panjang lebar, Bu. Maaf jika pada akhirnya surat ini terasa panjang dan sangat melelahkan bagimu. Saya tahu pasti kamu mengenal saya, tapi saya tidak mengharapkan hanya sekadar begitu, Bu.
Saya ingat betul, sering kali kamu mengucapkan kalimat itu berulang kali. Selain tentunya memberi wejangan-wejangan yang mungkin serupa dengan wejangan para ibu lainnya. Seperti, jaga diri kamu baik-baik, jangan sampai menyesal kemudian hari.
Saya ingat betul, Bu. Kamu biasanya mengucap itu jikalau saya melakukan kesalahan. Omong-omong, salah atau betul sesuatunya itu hanya kepalamu lah yang menentukan, Bu. Sedangkan isi kepala kita tentunya berbeda.
Bu, Ibu sering kali mengucap itu. Entah maksudnya meminta atau memaksa. Saya harap itu bukan paksaan, Bu. Karena semua hal tidak akan berjalan baik jika dilatarbelakangi oleh paksaan.
Bu, "mbok ya kamu jadi perempuan, hidup normal aja. Ndak usah macam-macam." beberapa kali terucap olehmu. Dengan wajah khas pabila kamu gemas sekali dengan perilaku saya yang menurutmu kelewat batas. Bu, garis batas pada sesuatu hanyalah bikinan kita sendiri. Tidak ada jika kita tidak berniat membuatnya, Bu.
Yang tidak wajar bagimu dan juga bagi orang yang sependapat denganmu belum tentu begitu bagi saya dan beberapa orang yang sependapat dengan saya, Bu.
Maaf kalau kita tidak selaras pandang, namun terimakasih atas segala wejangan yang pernah kamu berikan. Saya harap, kamu masih mau menyayangi saya jika pada akhirnya, saya tidak sewajar yang kamu harapkan."
Kemudian aku bicara pada cermin di kamar tempat aku menemukan kotak-yang-kutemukan-sore-tadi; nampak tua dengan jamur-jamur yang bergelendotan padanya. Bicara dalam hati dan tak ingin kubagi.