Kalender

Masih Desember dan masih tetap hujan
Kemudian air-air yang meriak di jalan
Kemudian kaki-kaki yang berkecipak di halaman

Kukira Januari bisa datang lebih lambat
Kukira Februari dan kawanannya lupa pada jadwal yang menenggat
Lalu apa yang bisa kuharap dari waktu-waktu yang terus menyengat?

Berharap aku tidak pernah mengenal kalender
Aku benci pada tanggal-tanggal yang gemar merangkak itu
Hitam hitam lalu merah
Lalu hitam, lalu merah lagi
Terus saja begitu sampai akhirnya kalenderku habis

Kemudian tahun berganti
Hitam hitam merah hitam merah hitam
Terus. Terus begitu
Sampai akhirnya aku lupa, aku pernah membenci kalender

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?