Desember

"Mari ngopi, mari bicara. Kamu boleh sambil ngeteh kalau mau."

"Satu desember. Bicara. Kamu. Kopi panas. Lumayan."

"Satu desember. Bicara. Kita. Hujan. Menarik."

"Lucu ya. Tetiba ingin mandi hujan"

"Dan air mata meng-hujan?"

"Simpan sejenak air matamu untuk tiga puluh hari kedepan. Ini bulan sakral, sebelas bulan aku menantinya"

***

Bulan sakral... 
Mendung lalu gerimis kemudian hujan. 
Natal lalu pesta tahun baru.
Lonceng natal, cemara, terompet, dan kembang api.
Tuhan pasti punya maksud lain menciptakan Desember selain sebagai bulan di akhir tahun. 


Catatan pengarang: Segelintir percakapan antara saya dan seorang kawan, Dea Adhista, pada jejaring sosial. 


Postingan populer dari blog ini

Ulasan Film: Satu Hari Nanti

Emangnya?