Beberapa bulan ini aku kosong. Kosong sebab aku tak mengisinya. Beneran, deh. Aku merasa bodoh. Tanpa membaca sesuatu yang berguna, apalagi menulis sesuatu. Tapi akhirnya aku mencoba menulis lagi setelah berbulan-bulan. Kuharap tulisanku ini tidak mempermalukan diriku sendiri di kemudian hari. Tapi mungkin, memang kita, dalam hidup, butuh jeda. Seperti yang dikatakan Chorina (Ayushita) kepada Bima (Deva) dalam Satu Hari Nanti . Sebenernya, sih, seinget gue mereka lagi ngomongin soal hubungan antara pria dan wanita. Tapi, kan, tapi, hubungan asmara toh bagian dalam hidup, kan? Film ini, seperti sebuah karya pada umumnya, berusaha memberikan hikmah, ikhtisar, dan pembelajaran bagi penontonnya. Dikemas dengan kisah cinta 2 pasangan yang kemudian sama-sama selingkuh ini lumayan banyak yang bisa "dipetik", ya. Dari soal asmara, kayak kejujuran, mau m...
Aku lupa kapan pertemuan pertama kita Tapi bisa jadi, kita belum ada apa-apa Lalu kemudian, jadi ada apa-apa Memangnya ada apa? Ada kamu dan saya Selain itu? Boleh tidak, kalau kusebut cinta? Um, boleh Tapi, jangan deh. Anggap saja tidak ada Memangnya kenapa? Kalau ada apa-apa, bukan cinta lagi namanya Gambar oleh Henry C. Widjaja
Ini akan jadi lucu jika saya awali dengan kalimat pembuka yang bagaimana? Atau tidak perlu kalimat pembuka yang kesannya hanya basa-basi kemudian berubah menjadi bahasa amat basi semata? Baik. Baik. Begini lho, non . Saya kok merasakan rindu yang luar biasa begitu, ya? Saya kok rasanya pengen mengulang sesuatu begitu, ya? Jeleknya, saya tidak tahu, ra paham, sama apa yang saya rasain. Emang kadang saya suka gini. Mungkin banyak pikiran aja. Jadi campur aduk. Ra jelas mana kenyataan, mana impian. Saya...saya...saya... pengin dipeluk aja, non.