Cantik Itu Luka
Sedu sedan menahan pilu
Pedang menghunus menusuk kalbu; dalam dan perih
Merasa hilang dalam gelap saat mereka berteriak mantap
Aku menjadi marah
Air mata tidak lagi obat; hanya mata bertatap
Tapi sudah semua sia-sia
Cantik..
Suatu nama tapi bukan nama
Seperti kapas putih saja
Lembut dan bersih; lalu menjadi kotor dan menjijikan
Seperti cantik tapi sangat sakit
Memberi sayatan kecil tapi darah tumpah ruah
membanjiri sampai tenggelam
Seperti cantik tapi sangat sakit
Seperti cantik, buat apa menjadi luka?
terinspirasi dari Novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan
Jakarta, Oktober 2012